-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ketua DPC ORMAS BIDIK Kota Sungai Penuh Pertanyakan Pernyataan Ketua Komisi 1 Insentif Penjaga Sekolah

Sunday, December 27, 2020 | December 27, 2020 WIB Last Updated 2021-01-15T07:00:20Z

PORTALBUANA.COM, SUNGAI PENUH. Kisruh tentang insentif penjaga sekolah di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi menuai pro kontra serta kecaman dari berbagai elemen masyarakat. 


Baru baru ini terkait dengan insentif penjaga sekolah di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi, Mulai mendapat titik terang setelah hal tersebut mendapat respon dari Komisi 1 DPRD Kota Sungai Penuh. 


Andi Oktavian selaku ketua Komisi 1 DPRD Kota Sungai penuh menyatakan bahwa masalah insentif penjaga sekolah di Kota Sungai penuh akan segera diatasi dan dicairkan melalui dana BOS dari sekolah masing masing. 


Lebih lanjut Andi mengatakan bahwa DPRD sudah menganggarkan dana untuk dinas pendidikan sebesar 2 Miliar rupiah. Dengan rincian sebesar 500 juta rupiah untuk fisik sekolah dan 1,5 Miliar rupiah untuk LKS dan Masker. 


Terkait pernyataan Ketua DPRD Kota Sungai penuh tersebut, Arry Novrinanda selaku Ketua DPC ORMAS BIDIK Kota Sungai penuh angkat bicara dan mempertanyakan perihal dana yang dianggarkan oleh DPRD Kota Sungai penuh untuk dinas pendidikan tersebut. 


" Yang menerima dana sebesar 2 Miliar itu siapa dan kemana penyaluran dana tersebut? Anggaran untuk fisik sebesar 500 juta dan untuk masker serta LKS sebesar 1,5 Miliar apakah sudah disalurkan oleh dinas pendidikan? Sebab berdasarkan pantauan ORMAS BIDIK di lapangan, beberapa Sekolah belum menerima dana tersebut.


Arry juga menambahkan bahwa selama masa pandemi ini seluruh siswa di Kota Sungai penuh menjalani kegiatan belajar secara daring atau online, jadi dapat disimpulkan bahwa para siswa tidak menggunakan LKS. 


"Yang jadi pertanyaan adalah anggaran untuk LKS dan Masker, Sedangkan rata rata seluruh siswa di kota Sungai penuh selama pandemi ini menjalani kegiatan belajar secara daring atau online. Nah mereka menggunakan LKS itu kapan?


Menurut penelusuran kami di lapangan, sebagian besar siswa tidak mendapat LKS Dan Masker dari sekolah. Jadi, mohon penjelasannya apakah anggaran tersebut mentok di dinas pendidikan atau mentok di sekolah? Kami selaku Organisasi Pemantauan Dan Pengawas Tindak Pidana Korupsi akan terus mengawasi dan mempertanyakan aliran dana tersebut. 


Dirinya juga mengharapkan agar pihak DPRD Kota Sungai penuh dan Dinas pendidikan Kota Sungai penuh dapat segera menepati janjinya untuk segera membayar insentif penjaga sekolah di Kota Sungai penuh. (tim)

×
Berita Terbaru Update