-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

LA Tersangka Dinas Perkim Kota Sungai Penuh Optimis Dirinya Tidak Bersalah.

Wednesday, January 13, 2021 | January 13, 2021 WIB Last Updated 2021-01-15T07:00:09Z


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Terkait penahanan terhadap LA bendahara dinas perkim Selasa 12/01/2021 yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh kajari membuat rasa duka yang mendalam keluarga LA atas penahanannya.


Adapaun dalam penahanan terhadap dua tersangka yakni kadis dan bendahara Perkim hanya dengan koperaktif dan tegar untuk di tahan terlihat LA Bendahara Perkim. Sementara kadis perkim sendiri belum ditahan dengan alasan sakit. 


Kasi intel dan kasi pidsus beserta kepolisian pun juga telah mendatangi rumah dan kantor kadis perkim namun yang bersangkutan tidak berada ditempat. Informasi dari staf dinas perkim menyebutkan kadis perkim sedang berada dijakarta untuk berobat. 


Atas penahanan LA bendahara Perkim tersebut salah seorang keluarga LA melalui telpon celular menghubungi awak media ini menyebutkan keluarganya LA tidak bersalah. 


Dalam percakapan melalui telepon celular salah seorang keluarga LA mengatakan. " kami yakin kalau LA tidak bersalah melakukan korupsi. Dipersidangan nanti akan dapat kita buktikan kebenarannya.


LA hanya dalam pemeriksaan tidak ditemukan SPJ tahun 2019 yang diperkirakan telah merugikan keuangan negara 300 juta. Itu pun LA tidak ada mengambilnya. Memang resiko kalau menjadi bawahan." Ujar salah seorang keluarga LA. 


Lebih lanjut dirinya mengatakan " kebenaran akan terungkap nantinya dalam persidangan. Saat LA ditetapkan tersangka dirinya tidak dapat berkata apa apa sehingga menerima atas putusan ini. 


Kami akan berjuang demi kebenaran ini. Kami yakin allah akan menunjukan jalan untuk kebenaran ini. Kami optimis LA tidak bersalah. Nantinya akan terbongkar siapa yang sebenarnya yang salah dalam kasus ini." pungkas salah seorang keluarga LA. 


Atas bantahan keluarga LA mengatakan kalau LA Bendahara Perkim optimis tidak bersalah,  awak media ini menghubungi kasi intel kejaksaan negeri sungai penuh melalui whatsapp untuk kebenaran bantahan tersebut.


Kasi Intel Kejaksaan negeri sungai penuh Soemarsono S.H menyebutkan." tersangka punya hak untuk  membantah dan mengingkari perbuatannya. Tapi yang jelas jaksa penyidik saat menetapkan seseorang sebagai tersangka telah berkeyakinan dengan ditemukannya minimal 2 alat bukti (sebagaimana diatur dlm pasal 184 KUHAP)


Dengan ini tetap kita menjunjung azas praduga tak bersalah, nanti pembuktian bersalah atau tidak kita lihat saat pembuktian d pengadilan tipikor jambi." Ujar kasi intel Soemarsono S.H

×
Berita Terbaru Update