-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Angkat Tradisi Kembangkan Usaha, Vinto Desainer Bungo Jadi Pengusaha Sukses

Wednesday, February 10, 2021 | February 10, 2021 WIB Last Updated 2021-02-11T17:51:40Z



PORTALBUANA.COM, BUNGO -.Pekerjaan membatik dan menenun memang bukan pekerjaan utama dari masyarakat Bungo, yang pada umumnya adalah bercocok tanam.  Berawal dari rasa peduli dan kecintaanya terhadap budaya Bungo lah, seorang disainer kelahiran lahat yang bernama Vinto Bustam Effendi atau yang akrab dipanggil "Vinto" ini, termotivasi untuk mengangkat kebudayaan Bungo itu dalam seni batik. Alhamdulillah usahanya itu membuahkan hasil dalam wujud "BATIK BUNGO".


Kesuksesan itu tentunya tidak didapatnya secara mudah, dengan segala keterbatasan dan kerja keras, usaha membatik ini dia rintis dari tahun 2011 hingga sekarang (2021) dan Alhamdulillah usahanya bisa berbuah manis bahkan hasil karya nya ini telah dikenal dikancah Nasional bahkan Asia. Buktinya ia telah berkali kali mendapatkan penghargaan diantaranya : WWC ASIA CRAFT, INA CRAFT AWARD, DEKRANAS AWARD, GOOD DESIGN INDONESIA dan masih banyak lagi prestasi yang  didapatnya dari membatik,menenun,dan songket nya.


Pada awalnya Bungo belum ada batik khusus, Vinto lah yang telah mencetuskan ide, untuk menciptakan batik khas Bungo. Awal merintis mulai ia tekuni pada tahun 2011,motif batik pertama yg dia produksi adalah "batik pisang kayak". Tak hanya sebatas itu, batik kain dari bunga ilalang, salah satu hasil karya Vinto pernah dipakai oleh istri orang nomor satu indonesia, ibu Iriana Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia).


Batik adalah salah satu seni budaya yg menjanjikan dalam faktor ekonomi dan pariwisata. Selain untuk sumber penghasilan, membatik juga dapat melestarikan kebudayaan bangsa, karena batik itu sendiri merupakan kultur budaya yang tidak ada matinya,"ucap Vinto".      


Untuk pemerintah terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar dapat terus menggali lagi potensi-potensi yang ada dikabupaten bungo, khususnya yang ada nilai-nilai budayanya, lakukan sosialisasi terutama kepada regenerasi terutama generasi milenial, yang pada umumnya banyak yang tidak mengetahui bahkan cenderung kurang peduli akan seni budaya daerahnya sendiri,"tegas vinto".


Dimasa pandemi covid-19 ini, vinto selaku Owner KAIN VINTO & VINTO CRAFT INDONESIA ini juga merasa kan dampak menurunnya hasil penjualan dari batik, tenun, dan songketnya, karena untuk pelaku usaha pengrajin batik ini untuk memasarkan/menjual produk secara online terasa kurang optimal yang mengakibatkan lemahnya minat pembeli.


Besar harapan Kami sebagai pengrajin batik khususnya wilayah Kabupaten Bungo, pemerintah dapat membantu mencari solusi untuk kami para pelaku usaha batik ini. Vinto juga sangat berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Kapubaten dan Provinsi (Bupati, DPRD dan Gubernur), atas kesempatan yang diberikan kepada KAIN VINTO & VINTO CRAFT INDONESIA untuk ikut pameran batik di Jeddah beberapa waktu yang lalu,"Akhir vinto". (ka).

×
Berita Terbaru Update